Proses
sentral, prifer atau sistemik? Tujuan para kelinisi adalah menentukan penyebab
kelainan tersebut akibat kelainan prifer (labirin, vestibular, atau saraf
kokhlearis) sentral(batang otak, serebelum atau korteks serebri) atau proses
sistemik (metabolik, kardiosvaskuler).
Penelusuran
riwayat penyakit dengan teliti dapat membantu menentukan perbedaan ketiga hal
tersebut.
Vertigo pada
lesi prifer cenderung seiring dengan nistagmus. Pada lesi sentral seiring pada
nistagmus yang jelas dengan sedikit atau tanpa vertigo, nistagmus terlihat
nyata saat penderita melirik ke sisi lesi dan lain. Nistagmus lebih nyata ke
sisi telinga sehat terjadi pada gangguan labirin dan syaraf vestibularis akut.
Pada vestibulopati prifer penderita jatuh ke sisi lesi dan komponen cepat
nistagmus kesisi sehat. Pada lesi sentral seperti infrak serebelum penderita
jatuh kesisi lesi demikian juga dengan arah komponen cepat nistagmus yang
terjadi .
Vertigo
disebabkan oleh faktor psikogenik atau terjadi akibat hiperventilasi. Pada
penilitian sejumlah besar penderita dengan keluhan Deziness, Salah satu
penyebab yang paling sering adalah hiperventilasi.
Kadang-kadang
meskipun dilakukan pemeriksaan penelitian dizziness tanpak bersifat idiopatik.
Dalam hal ini berikan pengobatan sistomatik dan diperlukan pemantauan lebih
lanjut.
Pengobatan
Vertigo
Obat-obatan
yang bermanfaat dalam pengobatan penderita dezinness/ vertigo terdiri dari
meclizine dan lain-lain. Penderita dianjurkan untuk menghindari perubahan posis
yang mendadak. Batasi pemakain kafein, nikotin, alkohol, d an garam. Pada
penyakit vertigo berta tidak terkontrol diperlukan operasi misalnya penutupan
fistula endolimfe.
Vertigo
adalah sensasi berputar sementara dalam posisi beristirahat. Keadaan ini sering
dengan hilangnyua fungsi vestibular seperti gaya berjalan sempoyongan.
Vertigo
dapat terjadi karena penyebab otologik, neurologik, psikologik. Penyakit
Meniere menyebabkan vertigo paroksismal hebat sebagai akibat lesi pada labirin.
Vertigo terjadi mendadak dan dapat langsung selama beberapa jam. Seiring
disertai mual, muntah, nyeri kepala, telinga berdenging, dan pendengaran
berkurang. Kelainan auditorik sering mendahului vertigo. Vertigo yang berkaitan
dengan neuroma akustik biasanya ringan. Beberapa jenis antibiotik seperti
gentamisin, kanamisin bersifat vestibulotosik dan menyebabkan vertigo. Penyebab
neurologik dari vertigo.
Pusing
merupakan masalah yang sangat sering dijumpai dan cukup menyebabkan penderitaan
pada pasien. Walaupun jarang memiliki penyebab serius. Pertama tentukan apa
yang diamksud dengan pusing karena kata ini digunakan untuk mengekspresikan
berbagai macam perasaan subjektif mulai dari
pransinkop atau mau pingsan, mulai dari vertigo sampai perasaan ringan
yang aneh. Gejala harus dijelaskan seakurat mungkin. Walaupun selalu lebih baik
untuk meminta pasien menggunakan kata-katanya sendiri dan tidaklah bijak untuk
mengarahkan kata yang tidak diucapkan pasien. Pasien mengalami kesulitan dalam
mengambarkan gejala ini sehingga tepat bila kita menannyakan dengan hati-hati
berupa kemungkinan:
Vertigo
posisional paroksismal jinak menyebabkan serangan pusing transien berlangsung
beberapa detik yang rekuren dan vertigo berhubungan dengan perubahan posisi
kepala misalnya berbaring dengan bantal pada malam hari. Serangan cenderung
menetap selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan sebelum sembuh dengan
sendirinya secara spontan. Namun bisa terjadi rekurensi. Pada pemriksaan fisis
konvensional tidak ditemukan apapun. Manuver Hallpike merupakan tes provokasi
spesifik yang dilakukan dengan membaringkan pasien dari posisi duduk sambil
memutar kepala dengan cepat kesatu arah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar