Adanya
gejala-gejal lain yang berhubungan dapat membantu menentukan lokasi lesi pada
jaras vestibular. Sehingga vertigo saja atau disertai kombinasi dengan gejala
koklearis lainnya pendengaran kurang tinitus menunjukkan gangguan vestibular
prifer (labirintin atau nervus VII). Adanya vertigo dan diplopia secara
bersamaan mengindikasikan penyakit sentral batang otak, sementara diplopia
tanpa vertigo lebih sering terjadi pada lesi eferen nervus III, IV, dan VI,
atau otot-otot yang dipersarafinya.
Pemeriksaan
pada pasien yang mengeluhkan vertigo juga harus meliputi pemeriksaan
pendengaran dan deteksi lesi nervus kranialis lainnya. Pada tes romberg pasien
dengan lesi labirin akut akan cenderung jatuh ke sisi lesi. Cara berjalan
menjadi agak tidak stabil. Pemeriksaan umum harus dilakukan terutama untuk
mencari adanya hipotensi postural.
Penyebab
pusing baik vertigo maupun bukan, terdapat pada bebrapa kondisi yang sering
terjadi.
Vertigo atau
sering disebut dengan sakit kepala yang menahun tergolong cukup sulit untuk
disembuhakn. Jika sudah menyerang kepala akan terasa sakit, berta, berdenyut,
pundak pegel-pegel, dan jika telah sembuh masih sering kambuh. Ini terjadi
akibat tegangnya sel-sel saraf di seputar kepala . Padahal sel sraf ini
seharusnya rileks dan beraturan. Tegangnya sel-sel saraf di seputar kepala bisa
disebabkan oleh pola hidup yang tidak teratur akibat kerja berlebihan melewati
batas, beban pikiran yang terlalu berat, dan stres berlarut-larut. Akibatnya
emosi menjadi tidak terkontrol, cepat marah, mudah tersinggung dan mals
melakukan aktivitas.
Beberapa
bagian sel saraf yang tegang akan mengakibatkan tidak aktifnya sel alin di
seputar kepala. Meskipun sel ini tidak bersentuhan diantara sel ini saling
mengaktifkan dengan getara-getara impuls listrik halus. Jika satu sel tidak
aktif, hal ini akan menghambat getaran sel lain. Akibatnya peredaran darah dan
sinyal-sinyal listrik kejaringan seputar kepala tidak lancar. Hal ini akan menimbulkan rasa sakit ynag cukup
hebat di kepala.
Mengatasi
dini dilakukan dengan mengendurkan kembali sel-sel saraf yang tegang ke posisi
yang semula. Seluruh sel saraf yang tegang dan tersumbat diaktifkan dan
dilancarkan dengan gerakan jurus-jurus pencak silat penyembuhan. Sel-sel tersebut kemudian akan
saling mengaktifkan dengan getara impuls-impuls listrik.Dengan begitu pundak
tidak terasa pegal lagi, rasa sakit yang berdenyut di kepala berangsur, dan badan
terasa lebih ringan. Kombinasi jurus yang digunakan dibuka dengan
menggerak-gerakan badan.
Ramuan
tradisional untuk penyakit vertigo :
Bahan-Bahan:
- Daun sirih muda 9 lembar
- Bunga sepatu yang sedang mekar 3 kuntum
- Kacang merah 1 ons
- Kencur 3 siung.
Cara
membuat: Semua bahan dicuci bersih kemudian direbus dengan air 7 gelas. Setelah
itu disaring dan diminum pagi dan sore hari. Selain itu anda juga dapat
mengonsumsi buah sirsak, karna buah sirsak diyakini banyak mengandung zat
antibodi yang dibutuhkan oleh tubuh, sehingga dapat membantu mempercepat proses
penyembuhan.


